BALIHO BUPATI CIANJUR MENUAI PROTES
Cianjur, 3/8 – Maraknya baliho Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Saleh yang dipasang di sejumlah titik di dalam kota menuai protes dari sejumlah kalangan, termasuk para calon peserta pilkada setempat.
“Kenapa yang kami diturunkan sementara Tjetjep dengan seenaknya memasang baliho dirinya di sembarang tempat. Kami meminta keadilan,” kata seorang calon peserta pilkada, yang masih aktif sebagai pejabat di Pemkab Cianjur, Selasa.
Ketua Forum Pemantau Pembangunan Cianjur (FP2C) Yusuf Ibrahim mengatakan, keberadaan baliho bupati tersebut menunjukkan sang penguasa sedang memperlihatkan arogansi politik dan kekuasaannya.
“Karena masih menjabat dan akan mencalonkan diri kembali, ini sudah jelas-jelas sangat arogan. Hampir seluruh tempat dipasangi baliho Tjetjep. Tapi baliho yang lain ditertibkan,” katanya.
Dia menambahkan, dalam hal ini, Satpol PP seharusnya bersikap adil dan tidak memberlakukan “tebang pilih” saat membersihkan baliho terkait pilkada.
Tempat pemasangan baligo Tjetjep tersebut, kata dia, telah melanggar aturan yang dibuatnya sendiri terkait aturan pemasangan atribut bakal peserta pilkada. Aturan itu menyebutkan, baliho harus dipasang di sejumlah titik yang telah disepakati.
Sejumlah warga juga menyatakan, keberadaan baliho tersebut merusak wajah kota. Sementara sejumlah praktisi politik berasumsi, pemasangan baliho tersebut tidak memiliki etika karena yang bersangkutan secara tidak langsung telah memproklamirkan dirinya sebagai bupati selanjutnya.
Beberapa waktu sebelumnya, baliho para calon peserta pilkada diturunkan Sat Pol PP Cianjur atas perintah Bupati dengan alasan alat kampanye itu diterpasang di tempat terlarang dan merusak keindahan kota. (ANTARA)



salam, muhun kang, kantenan di sukanagara mah, meni ngajeblag poster TMS di lapang kecamatan pas pengkolan
lanjutkan