Minat Gakin Beli Raskin Menurun di Cianjur

MINAT GAKIN BELI RASKIN MENURUN DI CIANJUR

(ANTARA) – Minat keluarga miskin untuk membeli beras raskin, di Cianjur, Jawa Barat, terus menurun, meski kualitas raskin yang disalurkan Sub Dolog, Cianjur, mulai baik. Pasalnya selama ini masyarakat menilai kualitas raskin yang mereka dapatkan tidak layak di konsumsi karena pernah raskin yang mereka terima terdapat kutu beras.

Kasubdolog Cianjur Ngadino, Sabtu, mengatakan dalam beberapa kasus memang beras raskin sering mengalami penurunan kualitas. “Banyak faktor yang menyebabkan turunya kualitas beras raskin itu. Untuk mengendalikan kualitas, tidak semudah membalikan telapak tangan,” katanya. Penyebab utama sulitnya mengendalikan kualitas raskin, karena ketidakseimbangan antara intensitas produksi padi yang bergantung pada musim dengan tingkat konsumsi masyarakat. “Disatu sisi, produksi padi sangat bergantung pada musim, tidak dapat setiap saat panen.

Sementara pada saat yang sama, kebutuhan masyarakat akan beras berlangsung setiap hari,” ucapnya. Akibatnya, sebelum didisatribusikan, beras yang dibeli dan dikumpulkan Subdolog, harus disimpan dalam kurun waktu relatif lama. Sedangkan daya tahan beras sendiri sangat terbatas. Hanya satu atau dua bulan sudah berubah warna maupun bau. “Upaya yang kami lakukan adalah, saat pembelian stok beras kami berusaha memperketat kriteria beras yang dapat dibeli. Misalnya saja, kandungan airnya harus serendah mungkin, agar tahan lama,” tuturnya. Menyinggung tersendatnya pendistribusian, menurut Ngadino, itu tidak mungkin terjadi. Apalagi di kawasan perkotaan, penyebabnya hampir dapat dipastikan bukan terletak pada teknis pelaksanaan pendistribusian. Kemungkinan besar akibat tunggakan pembayaran. Sebab konsep pendistribusian raskin sebenarnya barang datang langsung bayar.

Sehingga bagi kelurahan yang menunggak tidak akan di kirim, tandasnya. Sementara itu, keluhan tentang penurunan kualitas raskin itu, disampaikan sejumlah masyarakat dan Ketua RW yang kebetulan turut terlibat langsung dalam mengelola pendistribusian raskin. “Meskipun kualitasnya tidak seburuk dulu, namun saat ini kami tidak mau mengkonsumsi beras raskin. Selain warnanya kusam, saat hendak dimasak harus di cuci beberapa kali,” kata Imas (34) warga Kelurahan Sayang, Cianjur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s