BALON BUPATI CIANJUR SAYANGKAN AKSI POLISI PP

Cianjur, Bakal calon Bupati Cianjur, Jawa Barat, yang akan bertarung pada Pilkada 2011, menyayangkan aksi penurunan spanduk yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Cianjur.

Pasalnya beberapa orang balon tersebut, merasa telah memasang spanduk di tempat yang diizinkan. Bahkan mereka membayar pajak reklame ke dinas terkait di Pemkab Cianjur, kata Setya Budi Kansil, seorang balon bupati kepada pers di Cianjur, Jumat.

Dia mengatakan, pihaknya merasa heran dengan aksi yang dilakukan petugas Sat Pol PP itu. Pasalnya ungkap dia, spanduk dirinya di salah satu papan reklame yang disewanya di tempat strategis turut diturunkan.

“Tidak masalah kalau spanduk yang diturunkan itu di tempat yang dinilai terlarang. Tapi ini sudah jelas di papan reklame yang diizinkan dan saya membayarnya, juga diturunkan,” keluhnya.

Dia menambahkan, meskipun pemasangan spanduk balon tidak dikenakan pajak reklame, Namun ia tetap membayar karena sengaja menyewa papan bilbord milik salah satu perusahaan.

“Tidak ada kewajiban pemasang membayar pajak dalam perda, kecuali untuk kepentingan komersil,” ucap mantan Ketua PWI Cianjur itu.

Sedangkan balon lainnya, Maskana Sumitra, mengatakan dirinya tidak terlalu mempermasalahkan penertiban atribut tersebut. Meskipun baligonya sudah mendapatkan cap lunas pajak dari dinas/instansi terkait.

“Kalau memang dinilai melangar saya tidak keberatan, tapi kalau dibilang belum bayar pajak, saya keberatan. Penertiban itu, hak pemerintah, saya tidak mempermasalahkannya,” ujarnya singkat.

Sat Pol PP Cianjur pada Rabu-Kamis (15-16/7), menurunkan ratusan spanduk balon yang terpasang di wilayah Cianjur kota.

Kepala Sat Pol PP Cianjur, Ucup D Ditamiharja, mengungkapkan, ratusan spanduk yang diturunkan pihaknya, selain terpasang di tempat terlarang, sebagian besar tiak membayar pajak reklame.

Sementara itu, Sekretaris Kantor Dinas Pendapatan Daerah Cianjur, Dadan Harmilan, mengungkapkan, pihaknya tidak berani memungut pajak reklame spanduk balon itu.

Pasalnya ungkap Dadan, dalam perda yang sudah ada, tidak ada kewajiban bagi balon untuk membayar pajak reklame karena tidak termasuk sebagai lahan promo yang berbentuk komersil.

“Saya binggung kalau disuruh menagih pajak reklame ke masing-masing balon yang telah memasang spanduknya di berbagai wilayah di Cianjur,” katanya.(ANTARA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s