Sudah Satu Tahun Belum Selesai : Warga Agrabinta Pertanyakan Proses Pembuatan Sertifikat

Sejumlah warga Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, yang memiliki 71 bidang tanah mempertanyakan proses pembuatan sertifikasi tanah melalui program Larasita di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cianjur. Sebab sudah hampir satu tahun proses pembuatan sertifikat itu belum juga selesai. Padahal mereka sudah melengkapi persyaratan administrasi sesuai ketentuan.

Ade Nurhadi (40) salah seorang warga Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta mengatakan sekitar tahun 2009 lalu, dirinya telah mengajukan pembuatan sertifikat untuk tanah seluas 250 m2 dalam program Larasita melalui kelompok masyarakat (pokmas) yang dibentuk BPN Kab. Cianjur.

Ketika itu berdasarkan kesepakatan dan komitmen, proses pembuatan sertifikatnya bisa selesai dalam waktu antara 3 – 4 bulan. Namun sudah hampir setahun berjalan, ternyata sertifikat itu belum juga selesai. “Kalau syarat administrasi sudah dilengkapi, termasuk biaya untuk pembuatannya,” kata Ade saat ditemui di Kantor BPN Cianjur untuk mengadukan keluhannya, Selasa (24/8).

Dia mengaku sudah berkali-kali dirinya bersama warga lainnya mempertanyakan kejelasan pembuatan sertifikasi tersebut ke kantor BPN Kabupaten Cianjur. Namun jawaban yang diterima kurang memuaskan, yaitu belum diproses karena ada kenaikan tarif pembuatan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 13/2010 tentang Tarif Biaya Pelayanan Sertifikat. “Alasan ini saya kira tidak rasional, soalnya proses pembuatan sudah dilakukan sejak tahun 2009 lalu. Sedangkan aturan kenaikan tarif baru berlaku tahun 2010,” ujarnya.

Ketua Pokmas Kecamatan Agrabinta, Suhendar mengatakan, berdasarkan pendataan dan pendaftaran pembuatan sertifikat melalui program Larasita tahun 2009 lalu, pihaknya telah menerima ajuan untuk 81 bidang tanah. Namun yang akan diproses sebanyak 71 bidang. Sialnya 10 bidang lagi dinilai tidak memenuhi syarat administrasi berupa pelunasan biaya pembuatan. “Jadi yang diproses hanya 71 bidang tanah, soalnya sudah lunas,” katanya saat dihubungi Selasa (24/8).

Namun bersamaan dengan jalannya waktu, ternyata proses pembuatan sertifikat yang ditunggu warga belum juga ada hasilnya. Malahan, pihaknya mendapat informasi ada kekurangan biaya karena ada kenaikan tarif. “Saya sudah lunasi kekurangan uang itu karena ingin cepat selesai sertifikatnya. Ternyata sampai sekarang belum juga selesai,” keluhnya.

Saat akan dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut, Kepala BPN Kabupaten Cianjur maupun Tim Larasita wilayah Agrabinta sedang tidak ada di tempat. Namun Sekretaris Kepala Kantor BPN Kabupaten Cianjur, Muhammad Darajat Supriatna mengatakan untuk mengetahui permasalahan itu disarankan agar langsung ke personal terkait.

“Saya tidak bisa memberikan penjelasan teknis karena bukan termasuk dalam tim dan tidak mempunyai kewenangan. Namun tentunya keluhan masyarakat ditampung, dan akan disampaikan kepada pimpinan,” ujarnya. (PRLM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s