Kepala Daerah Yang Korupsi, Untuk Biaya Pencalonan Kembali

Semarang -Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah berkesimpulan bahwa tindakan korupsi yang dilakukan para kepala daerah ada benang merahnya dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

Para bupati dan walikota melakukan penyalahgunaan anggaran daerah, yang ujung-ujungnya diperuntukan untuk biaya pencalonan dalam pemilihan kepada daerah.

“Hampir semua kepala daerah yang diketahui melakukan korupsi ternyata digunakan untuk biaya pilkada. Maklum, untuk menang pilkada butuh biaya besar, sehingga uang haram pun mereka gunakan,” kata Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Eko Haryanto dalam konferensi pers di kantornya, Jum’at (1/10). “Seorang calon kepala daerah butuh dana segar dan fresh money.”

Ia mencontohkan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih yang diduga terlibat dalam korupsi perumahan Griya Lawu Asri di Karanganyar.

Belakangan diketahui dana bantuan dari Kementerian Perumahan Rakyat itu juga mengalir ke tujuh partai senilai Rp 3 milyar. Dana itu mengalir melalui Rina Center, lembaga yang dibentuk untuk mensukseskan Rina menang dalam pemilihan bupati Karanganyar 2008.

Contoh lain adalah kasus korupsi dengan tersangka mantan Walikota Semarang Sukawi Sutarip dalam kasus dugaan korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2004 yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp 2,8 milyar.

“Saat itu, diketahui ada aliran dana ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” kata Eko. Sejak 2005-2010 ini, kata Eko, sudah ada 12 kepala daerah di Jawa Tengah yang terlibat kasus korupsi.

Apung Widadi dari Divisi Korupsi Politik ICW menambahkan, seorang kepala daerah incumbent yang maju lagi dalam pilkada memiliki berbagai akses anggaran dan birokrasi sehingga bisa mudah menang.

Ia mencontohkan Walikota Solo Joko Widodo yang baru mengucurkan dana bantuan untuk pendidikan menjelang pencalonannya. Padahal, seharusnya dana pendidikan bisa dikucurkan pada awal tahun. “Incumbent melakukan segala upaya agar bisa menang,” kata Apung. (Tempo Interaktif)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s